Anggota Parlemen Iran Serukan Tokoh Oposisi Dihukum Mati

Written By Juhernaidi on Rabu, 16 Februari 2011 | 12:05:00 PM


Anggota parlemen garis keras Iran Selasa kemarin (15/2) menyerukan para pemimpin oposisi negara itu untuk diadili dan dihukum mati, sehari setelah terjadinya bentrokan antara demonstran oposisi dan pasukan keamanan yang menyebabkan dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Puluhan ribu orang dari kubu opisisi Senin lalu melakukan aksi unjuk rasa dalam solidaritas mereka dengan pemberontakan rakyat Mesir yang berhasil menggulingkan Presiden Hosni Mubarak setelah hampir 30 tahun berkuasa.
Demonstrasi itu menunjukkan kekuatan besar pertama dari kelompok oposisi Iran setelah pemerintah membatalkan aksi unjuk rasa yang direncanakan untuk tahun lalu ketika pemerintah menolak izin pihak oposisi melakukan aksi.
Di Washington, Presiden Barack Obama mengkritik pemerintah Iran untuk perlakuan kasar mereka kepada para pengunjuk rasa dan mencatat adanya ironi pemerintah Iran yang memberi dukungan terhadap pemberontakan Mesir sementara di sisi lain pemerintah Iran justru menindas demonstran di negara mereka sendiri.
Pada sidang terbuka parlemen Selasa kemarin, pro-pemerintah menuntut pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi, Mahdi Karroubi dan mantan Presiden Mohammad Khatami harus bertanggung jawab atas aksi unjuk rasa berbuntut rusuh tersebut.
Dengan mengepalkan tangan ke udara, anggota parlemen meneriakkan "kematian untuk Mousavi, Karroubi dan Khatami."
"Kami percaya orang-orang telah kehilangan kesabaran mereka dan meminta adanya hukuman mati untuk para pemimpin oposisi," 221 anggota parlemen mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Anggota parlemen garis keras Iran telah lama berusaha menempatkan tokoh-tokoh oposisi senior untuk diadili, tetapi seruan untuk hukuman mati menandakan adanya eskalasi tinggi dalam tuntutan mereka.

Simulasi Jangka Sorong