Kelompok Bersenjata Tewaskan 56 Orang di Tikrit Irak

Written By Juhernaidi on Rabu, 30 Maret 2011 | 10:49:00 AM

Sejumlah pria bersenjata mengenakan seragam militer dan membawa bahan peledak ditubuhnya masuk ke dalam gedung pemerintah di kota asal Saddam Hussein Selasa kemarin (29/3) dalam sebuah serangan yang menewaskan 56 orang, termasuk 15 sandera yang ditembak dengan model eksekusi.
Kebuntuan lima jam aksi penyanderaan di Tikrit berakhir ketika penyerang meledakkan diri di dalam gedung, yang insiden ini menjadi di salah satu hari paling berdarah di Irak pada tahun ini.
Pasukan Amerika yang ada di dekatnya sebagai bagian dari misi pemberian advice kepada pasukan Irak menanggapi serangan itu, dan beberapa tentara AS mendapat luka ringan, kata juru bicara militer Kolonel Barry Johnson.
Serangan itu mengingatkan pertumpahan darah yang umum terjadi selama hari-hari terburuk konflik pada ssat Irak didorong ke ambang perang saudara. Serangan telah surut dalam beberapa tahun terakhir, namun batas waktu bagi pasukan AS untuk mundur dari negara itu bersamaan dengan munculnya kembali kerusuhan politik di tempat lain di Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran negara itu bisa kembali ke kekerasan.
Kebuntuan di Tikrit, ibukota provinsi Salahuddin 80 mil (130 kilometer) sebelah utara Baghdad, di mulai sekitar jam 1 malam ketika para penyerang meledakkan mobil di luar markas dewan untuk membuat pengalihan sebelum meluncurkan serangan mereka.
Mengenakan seragam militer - orang-orang bersenjata mengidentifikasi diri mereka sebagai tentara Irak di pos pemeriksaan keamanan di luar kompleks pemerintah.
Mereka juga membakar mayat tiga anggota dewan provinsi yang tewas dalam sebuah pertunjukan yang merupakan sebuah tantangan terkait bagaimana pemberontak mempertahankan kemampuan mereka untuk melakukan serangan brutal meski ada upaya militer AS-Irak menghancurkan mereka.
Pejabat Irak dengan cepat menyalahkan al-Qaidah di Irak yang melakukan serangan, mencatat bahwa gaya eksekusi pembunuhan dan pemboman bunuh diri adalah ciri dari kelompok ekstremis. Seorang pejabat intelijen senior di Baghdad menyamakan serangan itu dengan serangan al-Qaidah pada musim gugur lalu pada sebuah gereja Katolik di Baghdad yang menewaskan 68 orang.
Serangan Selasa kemarin menyebabkan 56 orang tewas dan 98 terluka, termasuk pegawai pemerintah, aparat keamanan dan para pengamat, kata direktur kesehatan Dr Raied Ibrahim.
Di antara yang tewas adalah anggota dewan Abdullah Jebara, musuh al-Qaidah, dewan ketua komite kesehatan, Wathiq al-Sammaraie; wartawan Irak Sabah al-Bazi, seorang koresponden untuk saluran TV satelit Al-Arabiya dan freelancer untuk CNN dan Reuters.

Simulasi Jangka Sorong