Laporan: Rusia Mungkin Telah Tewaskan Doku Umarov

Written By Juhernaidi on Rabu, 30 Maret 2011 | 10:51:00 AM

Pemimpin perlawanan Islam di Kaukasus Utara, Doku Umarov, mungkin termasuk di antara 17 pejuang yang tewas dalam operasi khusus yang dilakukan oleh pasukan keamanan Rusia, laporan mengatakan Selasa kemarin (29/3).
Namun laporan itu belum dikonfirmasi dan pejabat Rusia telah berulang kali selama tahun terakhir secara prematur mengumumkan kematian Umarov, namun kemudian terbukti salah dan Umarov ternyata masih hidup.
Umarov, yang memimpin kelompok perlawanan Emirat Kaukasus bertujuan untuk menegakkan negara Islam di Kaukasus Utara, mengklaim mengorganisir pemboman metro Moskow satu tahun yang lalu dan serangan bunuh diri di bandara Domodedovo pada bulan Januari 2011.
Kantor berita Interfax mengutip pernyataan pejabat keamanan yang mengatakan bahwa "menurut informasi awal" Umarov tewas dalam operasi khusus hari Senin lalu di Ingushetia, bersama dengan pemimpin pejuang Islam lain Aslan Byutukayev.
Namun para pejabat menambahkan bahwa identifikasi dalam skala penuh belum dilakukan.
"Di antara 17 orang yang terbunuh adalah pengawal dari Umarov. Hal ini memungkinkan kita untuk percaya bahwa Umarov sendiri juga ikut terbunuh," kata seorang sumber keamanan di Ingushetia kepada kantor berita.
Operasi pada Senin malam lalu terlibat serangan presisi yang sangat tidak biasa lewat udara ke basis para pejuang, dan membunuh, antara lain, Supyan Abdylaev, seorang pejuang yang selalu menyertai Umarov, kata sumber itu.
"Ada beberapa pemimpin militan di basis itu," kata pemimpin Ingushetia Yunus-Bek Yevkurov pro-Kremlin, mengakui hal itu belum dikonfirmasi jika pemimpin Emirat Islam Kaukasus adalah di antara mereka yang tewas oleh serangan pasukan Rusia.
Dia menambahkan bahwa dua bersaudara yang dicurigai terlibat dalam ledakan bunuh diri di bandara Domodedovo Moskow yang menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 100 pada bulan Januari tahun ini juga ditangkap pada hari Senin.
Saudara-saudara Yanayev ditahan setelah keluarga pelaku bom bunuh diri Magomed Yevloyev melaporkan kepada pihak keamanan bahwa mereka memiliki hubungan dengan para militan.
Rusia pada hari Selasa kemarin juga menandai satu tahun pemboman metro sejak 2010 yang terjadi pada 29 Maret, ketika 40 orang tewas dan puluhan lainnya terluka oleh dua pembom bunuh diri wanita pada saat jam sibuk di pagi hari.

Simulasi Jangka Sorong