Muallaf Irlandia Akui Banyak Pengalaman Positif Dari Islam

Written By Juhernaidi on Kamis, 31 Maret 2011 | 5:43:00 PM

Salah satu Masjid di ibukota Irlandia, Dublin tempat komunitas Muslim Dublin berkumpul dan melakukan ibadah berjamaah. Banyak muallaf Muslim Irlandia mengalami pengalaman positif setelah mereka berpindah agama memeluk Islam. (Foto: Google) DUBLIN, Irlandia (Berita SuaraMedia) – Muslim adalah salah satu dari kelompok dan agama yang paling disalahpahami di dunia.
Sejak peristiwa pengeboman 9/11 dan 7/7, telah ada rasa takut dan ketidaktahuan terhadap sebagian besar kelompok keagamaan yang cinta damai tersebut.
Sedikit diketahui tentang kebudayaan mereka di sini sehingga orang-orang terburu-buru dalam menilai. Dengan adanya pemberontakan di Libya, Mesir dan bagian lain dari negara-negara Afrika Utara dan Timur Tengah, telah ada kepentingan yang diperbarui di dalam kebudayaan Muslim. Dokumenter TV3 melakukan beberapa perjalanan untuk menjelaskan Islam dan Muslim di Irlandia.
Para wanita Muslim Irlandia semuanya merasa bahwa mereka diperlakukan dengan baik dan mereka merasa bahagia menjadi Muslim. Seorang wanita merasa seperti ratu di dalam rumah.
Karen, seorang muallaf, seorang wanita berasal dari Dublin. Ia mengenakan niqab.
"Saya menjadi sangat kuat dalam agama saya, itu saja. Anda harus melakukan ini semua untuk diri Anda sendiri. Saya tidak akan melakuan ini untuk suami saya," Karen mengatakan.
Ketika ditanya tentang reaksi publik Irlandia tentang dirinya dengan mengenakan semua pakaian serba hitam tersebut, Karen mengatakan: "Sangat sulit, terutama orang-orang yang lebih tua ketika mereka berkomentar. Mereka belum terbiasa dengan Muslim, mereka akan menunjukkan ekspresi mencemooh dan berkomentar di belakang Anda."
Irlandia memiliki populasi Muslim sekitar 50.000 jiwa dan Islam adalah agama terbesar kedua di  dunia dengan lebih dari satu milyar penganut dibanding dengan Kristen dengan lebih dari dua milyar.
Populasi tersebut di sini tersusun atas orang-orang dari Libya, Irak, Aljazair, Somali dan Nigeria, di antara yang lainnya. Korsponden dokumenter TV3 tersebut melakukan perjalanan keliling Irlandia dan berbicara kepada orang-orang Muslim dan Irlandia yang telah berpindah agama memeluk Islam.
Merium Djazouli bermain sepak bola Gaelic untuk sebuah klab Irishtown, ia mengatakan.
"Saya dulu mencari sebuah tim sepak bola Gaelic karena saya sangat ingin mengetahui kebudayaan Irlandia. Di dalam tim kami, saya satu-satunya Muslim, saya telah benar-benar disambut oleh keseluruhan klab."
Mengunjungi sekolah Muslim nasional di Clonskeagh Dublin di mana para murid sholat lima kali sehari. Selama Ramadhan ada banyak anak-anak brepuasa dan terkadang tidak makan atau minum sepanjang hari.
Sama halnya Masjid-masjid di negara dengan mayoritas Muslim, sebelum Masuk, para jamaah harus melepaskan sepatu ataupun sandal.
Para wanita duduk terpisah dari para pria untuk mencegah pengalihan perhatian sehingga setiap orang dapat berkonsentrasi pada sholat.
Orang Katolik yang telah berpindah agama masuk Islam, sebagian besar telah menikmati sebuah pengalaman positif, menunjukkan agama mereka dan berintegrasi dengan komunitas lokal. Sekitar 99,9 persen ingin tinggal dengan damai dan hanya sedikit bagian yang secara terbuka berbagi pandangan garis keras.
Muslim Irlandia ingin menjauhkan diri mereka sendiri dari "Terry the Taliban". Mereka merasa bahwa ia tidak mewakili pemahaman mereka tentang Islam.

Simulasi Jangka Sorong