Pemuka Agama Peringatkan Bahaya Debat Anti-Islam Perancis

Written By Juhernaidi on Kamis, 31 Maret 2011 | 5:36:00 PM

Kaum Muslim di Perancis dikhawatirkan dapat menjadi target kekerasan utama jika pemerintah Nicolas Sarkozy bersikeras menggelar debat nasional mengenai peran Muslim di negara tersebut. (Foto: Out Look India)
Kaum Muslim di Perancis dikhawatirkan dapat menjadi target kekerasan utama jika pemerintah Nicolas Sarkozy bersikeras menggelar debat nasional mengenai peran Muslim di negara tersebut. (Foto: Out Look India)

PARIS  – Para pemimpin enam agama besar di Perancis memperingatkan pemerintah pada hari Rabu (30/3) atas rencana debat tentang Islam yang menurut mereka bisa menstigmatisasi kaum Muslim dan menimbulkan prasangka ketika negara itu tengah mendekati pemilihan nasional tahun depan. Menimbang sebuah isu yang memecah-belah partai penguasa Presiden Nicolas Sarkozy, UMP, Konferensi Pemimpin Agama Perancis mengatakan bahwa diskusi mengenai penghormatan terhadap sistem sekuler Perancis hanya akan menyebarkan kebingungan di masa yang bergejolak ini.
UMP berencana menggelar forum publik tentang sekulerisme minggu depan yang dikecam oleh kritikus sebagai ejekan terselubung terhadap kaum Muslim untuk memenangkan kembali suara pemilih yang membelok ke Front Nasional ekstrim kanan dalam jajak pendapat lokal minggu lalu dan bisa menggagalkan harapan terpilihnya kembali Sarkozy di tahun 2012.
Sekutu-sekutu Sarkozy terpecah atas strategi populis, dengan kaum moderat seperti Perdana Menteri Francois Fillon secara terbuka menentang apa yang mereka pandang sebagai kecenderungan UMP ke ekstrim kanan.
Menekankan bahwa agama harus memelihara harmoni sosial, para pemimpin agama mengatakan bahwa debat itu bisa menutupi perspektif ini dan menimbulkan kebingungan yang bersifat prasangka.
"Apakah partai politik, bahkan jika itu mayoritas, adalah forum yang tepat untuk memimpin ini?" tanya mereka dalam pernyataan bersama.
Pernyataan itu ditandatangani oleh pemimpin Katolik Roma, Muslim, Yahudi, Protestan, Kristen Ortodoks, dan Budha. Mereka membentuk kelompok itu tahun lalu untuk mengkoordinir pendekatan mereka atas isu-isu agama dalam debat publik.
Pemimpin partai UMP Jean-Francois Cope menolak tuduhan menghasut ketakutan, mengatakan bahwa debat itu adalah tentang bagaimana sistem sekuler dihormati dalam praktiknya akan memastikan kesetaraan semua agama.
Tapi banyak kritikus yang mengatakan bahwa isu-isu yang ditekankan oleh UMP – wanita berjilbab, makanan halal di kantin sekolah, kaum Muslim yang sholat di jalan di luar Masjid yang penuh sesak – semuanya menarget Islam.
Para pemimpin agama mengatakan bahwa Perancis telah mengadakan banyak debat panjang dan serius tentang sistem sekulernya, yang diperkenalkan tahun 1905 untuk memisahkan gereja dan negara, dan mempertanyakan kebutuhan untuk adanya debat serupa lain.
"Kami memperjuangkan sekulerisme yang masuk akal," ujar mereka. "Sekulerisme tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai dasar kita, terutama martabat dan rasa hormat kepada manusia."
Para pemimpin agama mendukung kaum Muslim, yang dengan jumlah lima juta jiwa menjadi agama terbesar kedua Perancis setelah Katolik.
"Seringkali sulit untuk menjadi seorang Muslim di Perancis," ujar Rabi Besar Gilles Bernheim minggu lalu.
"Kesulitannya semakin tinggi hari ini dalam iklim yang tidak sehat ini, diperparah oleh perbincangan yang memecah-belah alih-alih menyatukan," ujar pemimpin Yahudi itu.

Simulasi Jangka Sorong