Salafi Mesir Tuntut Gereja Koptik Bebaskan Istri Pendeta yang Masuk Islam

Written By Juhernaidi on Rabu, 30 Maret 2011 | 10:47:00 AM

Gerakan Salafi Mesir bentrok dengan penduduk desa selatan Kairo setelah mereka menuntut agar toko minuman keras dan kedai kopi ditutup, kata pejabat Mesir Selasa kemarin (29/3).
Bentrokan pecah setelah pengikut Salafi memerintahkan pemilik untuk menutup toko minuman keras dan warung kopi mereka ketika mereka mencoba untuk dengan paksa memaksakan melarang peredaran minuman alkohol.
Puluhan aktivis Salafi juga melakukan aksi protes hari Selasa kemarin di Kairo, menuduh gereja Koptik menculik Camilla Shehata, istri seorang pendeta Koptik yang diyakini telah masuk Islam dan ditahan oleh pihak gereja. Salafi juga menuduh polisi bekerja sama dengan gereja dengan menyerahkan Shehata kepada otoritas Gereja untuk memurtadkan kembali mereka.
Pihak gereja Koptik sendiri membantah telah menahan Camilla dan menyatakan Camilla tidak pindah agama ke Islam.
Aksi protes tersebut dilaksanakan hampir setiap minggu oleh Salafi selama musim panas ketika mereka menuduh Gereja Koptik bersekongkol untuk "mengkristenkan" warga Mesir, tapi aksi mereka sebagian besar berhenti setelah sebuah bom bunuh diri terjadi pada malam tahun Tahun Baru di luar sebuah gereja Koptik di kota pelabuhan Iskandariyah yang menewaskan 21 orang.

Simulasi Jangka Sorong