Uganda Siap Jadi Pelarian Moammar Gaddafi. Benarkah?

Written By Juhernaidi on Kamis, 31 Maret 2011 | 10:01:00 PM

Pemimpin Libbya Moammar Gaddafi dan Presiden Uganda Yoweri Museveni (ki) berbicara selama sebuah pertemuan di ibukota Uganda, Kampala pada Juli tahun lalu. Uganda akan mempertimbangkan untuk menerima Gaddafi jika ia benar-benar mengajukan aplikasi suaka. (Foto: Reuters) KAMPALA  – Uganda akan mempertimbangkan sebuah aplikasi suaka dari pemimpin Libya, Moammar Gaddafi, seperti yang negara tersebut akan lakukan untuk siapa saja yang mencari perlindungan di negara Afrika timur tersebut, seorang menteri mengatakan pada hari Rabu (30/3). Televisi Al-Arabiya memberitakan bahwa Uganda akan menyambut Gaddafi setelah Barat dan negara lainnya menyarankan bahwa pemimpin Libya tersebut harus pergi ke pengasingan untuk mengakhiri konflik di negaranya tersebut.
Saluran televisi tersebut tidak memberikan rincian lebih jauh.
"Itu semua adalah rumor. Saya baru saja berada di dalam pertemuan kabinet dengan semua menteri dan ya, kami membahas Libya namun tidak ada tentang suaka tersebut yang kami bahas," Henry Okello Oryem, Menteri junior untuk Urusan Luar Negeri mengatakan kepada kantor berita Reuters.
"Bagaimanapun juga, jika Gaddafi benar-benar mendaftar untuk suaka di Uganda, kami akan mempertimbangkan aplikasinya seperti yang kami lakukan untuk mereka yang berusaha mencari perlindungan di Uganda," ia mengatakan.
Uganda adalah sebuah anggota Persatuan Afrika panitia Ad Hoc yang bersuaha untuk memediasi sebuah resolusi tentang konflik Libya setelah PBB mengotorisasikan serangan udara untuk melindungi penduduk sipil Libya dari pasukan yang setia kepada Gaddafi.
AS, Inggris, dan Qatar, yang bergabung dengan yang lainnya pada sebuah pertemuan tentang Libya di London pada Selasa, menyarankan Gaddafi dan keluarganya untuk dapat diperbolehkan pergi ke pengasingan jika mereka mengambil penawaran dengan cepat untuk mengakhiri pertumpahan darah selama enam pekan tersebut.
Gaddafi telah mengendalikan sebuah pasukan di balik Persatuan Afrika, sifat murah hatinya telah meluaskan jangkauan ekonomi Libya di seluruh Afrika Sub-Sahara dan ia memiliki beberapa teman dekat yang berkuasa.
Namun para analis mengatakan bahwa banyak para pemimpin negara Afrika telah dibuat frustasi dengan sikap Gaddafi, beberapa masih menaruh dendam atas campur tangan di dalam konflik internal dan yang lainnya kemungkinan tidak ingin menodai citra mereka lebih jauh dengan memberikan mereka sebuah rumah.
Hubungan Gaddafi dengan Presiden Uganda presiden Yoweri Museveni telah berubah-ubah selama beberapa tahun.
Museveni menempatkan sebuah pernyataan pada 20 Maret dalam menganalisa krisis Libya. Di dalam artikel, Museveni memberikan rincian lima kesalahan Gaddafi yang telah dibuat dalam hubungannya dengan negara Afrik sub-Sahara – dan Uganda pada umumnya.
Hal tersebut termasuk dukungan Gaddafi untuk almarhum diktator Uganda Idi Amin – Museveni mendetilkan saat sebuah pesawat angkatan udara Libya telah berusaha untuk mengebom pasukan pemberontakannya pada tahun 1979.
Museveni juga mengkritisi pendirian Gaddafi tentang Persatuan Afrika, mengatakan bahwa para pemimpin Afrika telah dipaksa untuk menentang "posisi tidak logis" para pemimpin Libya dalam mendorong untuk sebuah negara Afrika Serikat.
Presiden Uganda bagiamanapun juga, benar-benar mengatakan bahwa pengaruh Gaddafi telah menjadi positif pada jangkauan ia mempertahankan sebuah kebijakan asing independen dan menolak interferensi dari luar, contoh ketika memberikan Museveni beberapa senjata di tahun 1981.
Ia juga memuji-muji Gaddafi karena menjadi salah satu dari beberapa pemimpin di dunia Arab dan mengulangi bahwa pemimpin Libya tersebut seharusnya bernegosiasi dengan oposisi.
Ibukota Uganda, Kampala adalah rumah bagi salah satu Masjid terbesar sub-Sahara Afrika, yang dinamai Gaddafi setelah pemerintahan Libya mendanai pembangunannya.
Uganda, yang juga adalah sebuah sekutu dekat Washington, mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya telah mengambil kendali mayoritas saham Libya di Uganda Telecom, gerakan terbaru untuk membekukan aset Libya di negara Afrika timur tersebut sesuai dengan sanksi PBB

Simulasi Jangka Sorong