Agen Anti-Teroris Baru Eropa Akan Seperti KGB Rusia

Written By Juhernaidi on Senin, 04 April 2011 | 10:06:00 AM

Beberapa anggota kepolisian berbaris rapi. Menurut para ahli, badan kontraterorisme Uni Eropa yang baru bisa berubah menjadi pasukan polisi rahasia tingkat Eropa akan seperti KGB. (Foto: Google)
Beberapa anggota kepolisian berbaris rapi. Menurut para ahli, badan kontraterorisme Uni Eropa yang baru bisa berubah menjadi pasukan polisi rahasia tingkat Eropa akan seperti KGB. (Foto: Google)

LONDON  – Pejabat administratif senior Eropa tengah berencana untuk membentuk sebuah badan kontraterorisme Uni Eropa yang baru, yang oleh para kritikus diperingatkan bisa berubah menjadi pasukan polisi rahasia tingkat Eropa akan seperti KGB. Anggota dewan dari Partai Kemerdekaan Godfrey Bloom mengatakan, "Kekhawatiranku adalah itu tidak akan seperti CIA Amerika tapi lebih seperti KGB Rusia."
Langkah itu kemungkinan akan membuat marah keamanan dan badan intelijen Inggris MI5 dan kepala MI6 karena mata-mata Inggris akan terpaksa berbagi informasi dengan agen-agen Eropa.
Direktur kontraterorisme Uni Eropa Olivier Luyckx membayangkan organisasi baru itu bekerja bersama korps diplomatik baru UE, yang dikepalai oleh Komisaris Tinggi Urusan Luar Negeri Baroness Cathy Ashton.
Luyckx telah menyerukan agar serangkaian badan keamanan UE yang sudah ada, termasuk Europol, Eurojust, Cosi, Frontex, dan Cepol untuk disatukan dalam satu badan dengan kekuatan menyapu di dalam Parlemen Eropa awal minggu ini.
"Ada ruang baru untuk aksi di tingkat UE. Ini bagaimana aku memandang perubahan ini: Untuk membentuk sebuah sistem yang akan meniru sistem yang dibentuk guna mengawasi krisis eksternal, perhentian tunggal untuk berbagi informasi," ujarnya.
Luyckx mengutip Panduan V tentang Koordinasi Operasional dari Strategi Keamanan Internal yang baru-baru ini diadopsi oleh UE mengandung "embrio" dari proyek tersebut. "Hari ini, pusat krisis di negara-negara anggota berbagi kontak dan informasi secara sukarela dan informal. Kita perlu selangkah lebih jauh dan melihat, sembari menghormati pembagian kerja yang disusun dalam perjanjian UE, bagaimana membuat kaitan-kaitan itu dalam cara yang lebih ketat."
Dia menegaskan bahwa badan yang baru tidak akan sebuah badan intelijen UE yang melakukan operasinya sendiri di lapangan. "Kami tidak punya mandat, selera, dan perspektif untuk melakukan pekerjaan intelijen. Tapi kami siap untuk menambah nilai jika diberi mandat oleh negara anggota."
Berbicara pada sidang yang sama, kepala kontraterorisme Austria Peter Gridling melanjutkan lebih jauh.
"Sekarang adalah saatnya untuk menanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan ini, ‘Realistiskah untuk mulai berpikir tentang calon badan intelijen UE?’" ujarnya. "Aku rasa realistis untuk mulai berpikir tentang itu."
Austria dan Belgia pertama kali mengusulkan badan intelijen Eropa setelah pengeboman kereta Madrid di tahun 2004, tapi langkah itu ditolak oleh Inggris dan beberapa negara anggota UE lain hingga kini perpanjang tak penting lain dari birokrasi Brussels.

Simulasi Jangka Sorong