Jengkel Dengan NASA, China Luncurkan Stasiun Luar Angkasa?

Written By Juhernaidi on Sabtu, 30 April 2011 | 9:18:00 AM

Gambar Ilustrasi: Stasiun Luar Angkasa China. (Foto: impactlab.net)
BEIJING - Jengkel dengan respon dingin NASA untuk berpartisipasi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), China akan berangkat sendirian.

China telah mengumumkan rencana untuk membangun laboratorium ruang angkasa yang dilakukan oleh crew sendiri pada tahun 2020. Berita ini muncul dan memanas di kaki Charlie Bolden, administrator NASA, yang bulan lalu berkunjung ke China setelah gagal menghasilkan suatu rencana kerjasama ruang angkasa dengan AS.

Beberapa anggota parlemen AS, termasuk Frank Wolf dan John Culberson, anggota kongres, menentang keterlibatan China lebih dekat dalam proyek ruang angkasa.

Para kritikus mempertanyakan proyek-proyek ruang angkasa China yang tampaknya dijalankan oleh militer di mana teknologi ruang angkasa banyak memiliki aplikasi di bidang kemiliteran. Sementara itu China telah memperluas kemampuannya ketika pada tanggal 27 Oktober lalu resmi mengumumkan proyek untuk mengembangkan stasiun ruang angkasa pada tahun 2020.

Stasiun ini memiliki aplikasi penelitian, termasuk riset untuk astronot. China secara teratur menanam investasi dalam penerbangan antariksa manusia "membuatnya sangat jelas mereka akan menempatkan manusia di ruang angkasa dan akan berada di sana untuk waktu yang lama," kata Dean Cheng, analis dari Heritage Foundation di Washington DC.

Stasiun luar angkasa tersebut akan terdiri dari sebuah modul inti dan dua modul. Total berat stasiun luar angkasa tersebut diperkirakan sekira 60 ton. China juga berencana untuk mengembangkan sebuah pesawat kargo luar angkasa yang akan membawa suplai ke stasiun tersebut. Demikian seperti yang dikutip dariMashable, Rabu (27/4/2011).

Dengan berat total 60 ton, stasiun luar angkasa China tentunya sangat kecil jika dibandingkan dengan International Space Station yang memiliki berat 419 ton. Lalu, stasiun luar angkasa milik Rusia, MIR, memiliki berat 137 ton.

Stasiun dan modul laboratorium akan mengorbit mengelilingi Bumi. Seorang jurubicara China mengatakan proyek ini akan mengembangkan pencapaian proyek sebelumnya dan menggunakan pesawat ruang angkasa Shenzhou dan Roket peluncur Long March F.

"Punya China ini adalah satu-satunya stasiun luar angkasa dengan banyak modul, yang biasanya membutuhkan banyak teknologi rumit, dibandingkan stasiun luar angkasa dengan satu modul," ujar Pang Zhihao, peneliti dan editor di majalah Space International.

Nama dan logo untuk stasiun luar angkasa tersebut akan dipilih oleh masyarakat China. Mereka diundang untuk mengirimkan saran nama dan logo ke www.cmse.gov.cn atau kongjianzhan@vip.qq.comAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Hasilnya akan diumumkan pada akhir September.

"Setelah pembangunan stasiun ruang angkasa maka tahap ke ketiga program luar angkasa berawak menjadi lengkap," meningkatkan kemajuan teknologi China, inovasi, daya saing komprehensif dan prestise bangsa, kata jurubicara tersebut.

China sendiri juga memiliki program luar angkasa yang padat, dengan rencana akan meluncurkan modul angkasa Tiangong-1 dan pesawat tanpa awak Shenzhou VIII tahun ini dan dua penerbangan lagi untuk tahun depan.

Tiangong-1 atau Istana Surga, akan berubah menjadi laboratorium berawak setelah dockings eksperimental dengan pesawat ruang angkasa Shenzhou-8, Shenzhou-9 dan Shenzhou-10 yang masing-masing membawa dua hingga tiga kru.

Simulasi Jangka Sorong