Jepang Buang 11.500 ton Radioaktif ke Laut

Written By Juhernaidi on Rabu, 06 April 2011 | 7:36:00 AM

Berbagai macam ikan dipajang di sebuah toko ikan di Tokyo (5/4). Jepang mulai membuang 11.500 ton air radiaktif tingkatan rendah di laut untuk memberikan ruang penyimpanan untuk air yang sangat terkontaminasi di pembangkit listrik Fukushima. (Foto: Getty Images)
Berbagai macam ikan dipajang di sebuah toko ikan di Tokyo (5/4). Jepang mulai membuang 11.500 ton air radiaktif tingkatan rendah di laut untuk memberikan ruang penyimpanan untuk air yang sangat terkontaminasi di pembangkit listrik 
Fukushima. (Foto: Getty Images) 
TOKYO – Para insinyur berjuang untuk membersihkan kebocoran radiasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, telah membuang 11.500 ton air radioaktif ke lautan dalam pertempuran mereka yang tanpa henti untuk memulihkan kendali atas reaktor yang semakin lumpuh tersebut. Air radioaktif dengan tingkatan rendah tersebut dibuang ke dalam Lautan Pasifik pada hari Senin (4/4) untuk menciptakan ruang bagi lebih banyak air yang sangat terkontaminasi.
"Kami tidak memiliki pilihan lagi selain dengan aman melepaskan air yang terkontaminasi dengan bahan-bahan radioaktif ke lautan sebagai sebuah langkah pengamanan," kata Yukio Edano, menteri pimpinan kabinet Jepang.
Para insinyur juga berencana untuk membangun sebuah tirai sutra raksasa di lautan untuk menahan kontaminasi, yang terbaru di dalam sebuah langkah-langkah yang semakin putus asa.
Bubuk garam mandi juga digunakan untuk mengubah air menjadi berwarna putih seperti susu dengan tujuan untuk membantu melacak sumber kebocoran radiasi, sementara serbuk gergaji dan koran-koran sebelumnya dicampur dengan polimer dan semen selama akhir pekan dalam sebuah upaya yang tidak sukses untuk menutup sebuah retakan.
Perusahaan Tokyo Electronic Power (TEPCO), operator pembangkit listrik tersebut, mengatakan bahwa pelepasan air radioaktif tidak akan memberikan resiko kesehatan bagi manusia, karena air tersebut akan larut dengan cepat ke dalam lautan.
Fungsi-fungsi penting pendinginan Fukushima Daiichi dibuat tak berdaya oleh tsunami bulan lalu, membuat para pekerja menyemprotkan air di atas reaktor-reaktor tersebut untuk mencegah agar tidak terlalu panas.
Bagaimanapun juga, hal ini menuntun pada sebuah perluasan air radioaktif di dalam pembangkit listrik tersebut yang sekarang harus dilepaskan di lautan.
"Ada sebuah keharusan untuk melepaskan air yang sudah tersimpan dengan tujuan untuk menampung tambahan air," seorang juru bicara TEPCO mengatakan.
Sementara itu, operator pembangkit listrik tersebut mengatakan bahwa pengukuran radiasi menunjukkan beberapa juta kali batasan legal telah bocor ke dalam laut selama beberapa hari ini.
TEPCO mengatakan pada Selasa (5/4) waktu setempat bahwa contoh-contoh yang diambil dari air laut di dekat salah satu dari reaktor mengandung 7,5 juta kali batasan legal untuk radioaktif yodium pada 2 April. Dua hari kemudian, angka tersebut jatuh mejadi 5 juta.
Tafsiran tersebut diambil lebih dekat dari pada sebelumnya dari di mana air tercemar telah bocor, dan tidak semestinya merefleksikan sebuah kontaminasi yang semakin memburuk baru-baru ini.
Pengukuran lainnya beberapa ratus meter lebih jauh dari pembangkit listrik tersebut telah menurun, mencapai tingkatan sekitar 1.000 kali batasan legal.
Para pakar mengatakan bahwa radiasi tersebut menghilang dengan cepat ke lautan, namun tidak jelas akan menjadi seperti apa efek sejumlah besar kontaminasi tersebut.

Simulasi Jangka Sorong