Kandidat Muslim Jadi Wajah Langka Politik Lokal AS

Written By Juhernaidi on Minggu, 03 April 2011 | 2:09:00 PM

Dr. Raj M. Sajid. Kandidat politik Muslim pertama yang mencalonkan diri sebagai alderman, menyalami seorang warga Ballwin dalam upaya kanpanye mengumpulkan suara. (Foto: STL Today)
Dr. Raj M. Sajid. Kandidat politik Muslim pertama yang mencalonkan diri sebagai alderman, menyalami seorang warga Ballwin dalam upaya kanpanye mengumpulkan suara. (Foto: STL Today)

BALLWIN  – Salju tebal mulai menjatuhi jalan setapak dari kampanye Dr. Raj M. Sajid. Kandidat politik yang pertama kali mencalonkan diri sebagai alderman (anggota dewan), dia dan relawannya tidak berpakaian untuk mendatangi setiap rumah dalam cuaca dingin. Sajid, berusaha mengamankan suara dengan cara lama, mendorong timnya untuk menjaga daftar alamat dari pemilih terdaftar agar tetap rapi dan kering, untuk berjalan cepat melalui jalan-jalan daerah pinggiran St. Louis. Setelah berkumpul di tengah jalan sebuah perumahan, saudara iparnya, Asif Qureshi, mengambil jeda sejenak untuk berdoa. "Ayolah Tuhan, bantu aku," ujarnya.
Setelah rumah berikutnya, Qureshi membawa kabar yang menggembirakan: Janji untuk sebuah suara.
"Setiap kali kau mendapatkan satu suara untuk kita, aku akan memberimu satu dolar," ujar Sajid, keduanya tertawa saat mereka mulai mengetuk lebih banyak pintu.
Pemenang dari pemilihan terakhir hanya memperoleh 427 suara, sehingga janji itu tidak akan memberinya terlalu banyak. Tapi kampanye Sajid signifikan untuk alasan lain. Jika dia menang, dia akan menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota dewan kota.
Muslim kelahiran AS itu telah terlibat perpolitikan di St. Louis dalam skala kecil. Sajid akan menjadi sesuatu yang langka di wilayah itu, seorang pejabat publik Muslim kelahiran asing.
Sajid, 38, yakin bahwa keyakinan tidak ada kaitannya dengan pencalonannya. Seorang dokter yang pulang pergi ke Pangkalan Angkatan Udara Scott setiap hari dalam mobil Toyota Camry bersama dengan ketiga anaknya yang duduk di kursi belakang, dia mengatakan terdorong untuk mencalonkan diri karena dia ingin melindungi komunitasnya.
"Sebagai warga Amerika, adalah tugasku untuk melakukannya," ujarnya. "Aku mencintai kota Ballwin, mereka adalah orang-orang yang hebat."
Sidang kongres baru-baru ini dan sidang lainnya tentang Islam memicu opini dan emosi keras dari kedua pihak. Tapi di arena paling dasar dari perpolitikan Amerika – pemilihan lokal – keyakinan belum menjadi masalah bagi Sajid, setidaknya di permukaan.
Dengan pemilihan yang akan dilakukan pada hari Selasa, seorang anggota kampanyenya mengatakan bahwa sekitar 10 orang telah bertanya tentang keyakinan agama Sajid. Dia melapor pada polisi hari Minggu (27/3) kemarin bahwa beberapa tanda politiknya hilang, tapi otoritas mengatakan bahwa itu adalah hal biasa dalam pemilihan kota.
Ballwin adalah sebuah kota berpenduduk 300,000 jiwa yang hidup dalam rumah-rumah kelas menengah ke atas khas daerah suburban. Ia juga menjadi rumah bagi populasi Muslim paling mapan di wilayah itu, yang mengunjungi Masjid Daar Ul Islam di St. Louis County. Masjid itu adalah Masjid pertama yang dibangun di area St. Louis.

Simulasi Jangka Sorong