Kasus Jones, Pengecualian Amandemen Pertama Untuk Muslim

Written By Juhernaidi on Selasa, 26 April 2011 | 8:03:00 AM



Seorang wanita Muslim mengangkat Kitab Suci Al-Qur'an di depan Masjid Dearborn, di mana Pastur Anti-Islam, Terry Jones, merencanakan sebuah aksi protes menentang Islam. (Foto: Getty Images)

FLORIDA – Pastur Terry Jones dan Asisten Pastur Wayne Sapp mungkin adalah pemimpin dari gereja kecil Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, tapi mereka adalah penghujat Islam kelas dunia. Awal bulan ini mereka mengajukan ijin untuk melanjutkan kritik terbuka dan provokatif mereka tentang Islam – yang kali ini bukan untuk membakar Al-Qur'an tapi untuk secara damai memprotes Syariah dan Jihad di depan sebuah Masjid besar di AS, di daerah paling Muslim di negara itu. Tidak hanya protes mereka dihadang oleh perintah pengadilan, tapi mereka kemungkinan akan didakwa oleh Pengadilan Distrik 19 Michigan karena melanggar perdamaian.
Pada bulan Maret, kedua pastur memicu kontroversi internasional dan, di Afghanistan, kekerasan mematikan, dengan membakar sebuah Al-Qur'an. Pada tanggal 22 April, mereka telah merencanakan demonstrasi dua orang untuk memprotes Syariah dan Jihad selama sholat Jumat di luar Islamic Center of America di Dearborn, Michigan. Kabar pengajuan permohonan ijin protes mereka menimbulkan setidaknya empat ancaman terhadap mereka dari warga Detroit Metro, menurut kepala polisi.
Pihak berwenang memberitahu bahwa mereka harus menutupi biaya upaya pengamanan yang besar untuk protes mereka, sekitar 46,000 dolar. Mereka menolak dan langsung dituntut pada siang hari tanggal 22. Mereka terbukti bersalah berniat mengganggu ketenangan, diperintahkan oleh pengadilan untuk menjauh dari Masjid Dearborn selama tiga tahun ke depan, dan segera dipenjara karena menolak untuk membayar "jaminan damai", guna memastikan tidak ada gangguan publik – sebuah jaminan yang telah diminta oleh jaksa penuntut untuk menetapkan sebesar 46,000 dolar tapi yang kemudian dikurangi oleh pengadilan menjadi satu dolar.
Tampaknya juri, hakim, jaksa penuntut, dan kepala polisi semuanya takut bahwa rencana protes itu akan memicu ketakutan di kalangan Muslim.
Pastur Jones dan Sapp adalah figur yang tidak simpatik. Keanehan anti-Muslim mereka selama tujuh bulan terakhir, ketika mereka pertama kali mengancam akan membakar Al-Qur'an, tampaknya dirancang sedemikian rupa untuk merebut perhatian media untuk diri mereka sendiri selain dengan sengaja menghina kaum Muslim.
Tapi perlindungan luas Amandemen Pertama pada kebebasan berbicara telah ditetapkan oleh kasus-kasus pengadilan yang berputar pada semua  pernyataan tak populer dan fanatisme – mulai dari para pemimpin Ku Klux Klan, Nazi, rasis lain dan baru-baru ini, aktivis anti-gay dalam kasus yang melibatkan aksi protes di pemakaman tentara Amerika yang gugur. Islam akan diberikan perlakuan berbeda jika keputusan itu diterapkan.
Di persidangan, terdakwa mewakili diri mereka sendiri dan tidak diragukan lagi bisa mendapat keuntungan dari penasihat hukum. Karena keputusan pengadilan menghasilkan larangan resmi atas sebuah pernyataan sebelum dipublikasikan, profesor hukum UCLA Eugene Volokh memprediksikan bahwa kasus tersebut akan dibatalkan setelah penelaahan lebih lanjut. Dalam amicus singkatnya mewakili kedua pastur, ACLU cabang Michigan memberikan argumen hukum paling kuat untuk pembelaan.

Simulasi Jangka Sorong