Kepulangan Misterius Awlaki Lahirkan Tanda Tanya AS

Written By Juhernaidi on Kamis, 07 April 2011 | 4:51:00 PM

Tokoh Yaman kelahiran AS, Anwar al-Awlaki, dalam sebuah video yang dirilis oleh SITE. Awlaki merupakan salah satu nama yang berada di urutan atas daftar buron AS. (Foto: SITE)
Tokoh Yaman kelahiran AS, Anwar al-Awlaki, dalam sebuah video yang dirilis oleh SITE. Awlaki merupakan salah satu nama yang berada di
urutan atas daftar buron AS. (Foto: SITE)

WASHINGTON – Sebuah investigasi yang dilakukan unit khusus dari media anti-Islam, Fox News mengungkapkan bahwa komisi yang ditugasi menyelidiki serangan 11 September tidak pernah mendapat pemberitahuan dari FBI mengenai perintah penangkapan yang dikeluarkan kemudian ditarik kembali terhadap tokoh kelahiran Amerika, Anwar al-Awlaki. Kini, para anggota parlemen di Capitol Hill menginginkan rincian penangangan kasus  Awlaki, khususnya alasan tidak disampaikannya informasi kemungkinan penangkapan itu kepada Komisi 9/11.
Meski ada kemungkinan peranan Awlaki dalam sejumlah serangan dan inkonsistensi yang ditemukan dalam paspornya, perintah penangkapan untuk Awlaki dicabut pada 10 Oktober lalu, hari yang sama saat Awlaki kembali ke Amerika Serikat setelah tujuh bulan tinggal di Yaman.
Dua orang penyidik senior dari Komisi 9/11 mengatakan kepada Fox News bahwa mereka tengah mempertimbangkan apakah Awlaki merupakan bagian dari jaringan pendukung di AS sebelum 9/11. Saat ditanya apakah dokumen keputusan pemerintah mengenai pencabutan keputusan tersebut semestinya dibagikan, salah satu penyidik mengiyakannya. Ia menambahkan, keputusan pencabutan pada hari yang sama dengan kepulangan Awlaki pada Oktober 2002 harus diselidiki.
Laporan Komisi 9/11 tidak menyinggung mengenai perintah penangkapan Awlaki. Ada catatan kaki panjang mengenai sang ulama yang merujuk pada salah satu memo internal FBI yang diedarkan pada 8 Oktober 2002, dua hari sebelum kepulangan Awlaki. Fox News meminta dokumen tersebut melalui UU Kebebasan Informasi pada 2010. Tim investigasi Fox News mendapatkan 27 halaman, namun nyaris semua isinya telah disunting dengan dalih bahwa materi itu harus tetap dirahasiakan demi keamanan nasional.
Pada hari Selasa (5/4), Direktur FBI Robert Mueller berada di Capitol Hill dan ditanyai oleh Frank Wolf, perwakilan Republikan asal Virginia, perihal dokumen-dokumen tersebut.
"Saya menulis surat kepada Anda terkait pemberitaan Fox News mengenai keputusan FBI pada Oktober 2002 untuk membebaskan Anwar Awlaki dari tahanan sekembalinya dia ke AS, meski kala itu ada banyak yang meminta dia ditahan," kata Wolf.
Ia menambahkan, para penyidik komisi itu juga menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Fox News. "Bisakah Anda mengatakan kenapa informasi itu tidak dibagikan kepada Komisi 9/11 dan memberikan laporan terperinci mengenai pengaturan yang sesuai?"
Mueller mengatakan, dirinya ingat pernah melihat perintah itu,yang berasal dari Denver, Colorado, pada musim panas 2002. "Selain itu, tidak banyak hal lainnya yang bisa dilakukan, khususnya saat ini," kata Mueller. Tapi, ia tidak menjabarkan lebih lanjut.
"Jika hal ini tidak diberikan kepada Komisi 9/11, pastinya itu dilakukan dengan tanpa sengaja," sanggah Mueller. "Mungkin dokumen itu tidak ada dalam arsip, salah satu arsip yang kami berikan kepada Komisi 9/11. Tapi, saya rasa Anda akan mendapati bahwa Komisi 9/11 amat menghargai kinerja kami yang memberikan informasi kepada mereka. Anda tahu, kami memberikan segala yang kami punya dalam arsip kami."
Menurut Mueller, dirinya akan menemui anggota Kongres yang awalnya menyurati FBI pada musim panas 2010 terkait kepulangan misterius Awlaki ke AS setelah tayangan Fox News Special: The American Terrorist disiarkan.
"Saya akan dengan senang hati menanggapinya. Saya bisa katakan kepada Anda bahwa kami berusaha memberikan segala yang kami punya yang sesuai dengan kepentingan Komisi 9/11 kala itu," kata Mueller.
Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa kepulangan Awlaki ke AS hanya kebetulan. Dalam pernyataan kepada Fox News Mei lalu, Departemen Kehakiman mengatakan, tidak ada cukup bukti untuk tetap melakukan perintah penangkapan terhadap Awlaki. Dua orang penyidik dan mantan penyidik yang mengetahui kasus itu membantah klaim tersebut.

Simulasi Jangka Sorong