Mantan Tahanan Guantanamo Latih Pemberontak Libya

Written By Juhernaidi on Senin, 04 April 2011 | 10:02:00 AM

Sebuah gedung pemerintahan di kota Derna terbakar  pada 23 Februari. Kota tersebut sekarang diduga menjadi kota perekrutan pemberontak di mana sedikitnya seorang mantan anggota Al-Qaedah melatih para pemberontak. (Foto: Getty Images)
Sebuah gedung pemerintahan di kota Derna terbakar pada 23 Februari. Kota tersebut sekarang diduga menjadi kota perekrutan pemberontak di mana sedikitnya seorang mantan anggota Al-Qaedah melatih para pemberontak. (Foto: Getty Images)

TRIPOLI  – Seorang mantan tahanan di penjara Teluk Guantanamo telah mengambil sebuah peranan utama dalam gerakan oposisi Kolonel Gaddafi, telah muncul, bersamaan dengan sedikitnya satu mantan anggota pasukan Afghanistan yang lainnya. Perekrutan pemberontak di kota pelabuhan bagian timur, Derna, dilatih oleh Sufyan Bin Qumu, seorang warga Libya yang dulunya ditahan menyusul invasi Afghanistan yang dipimpin AS pada tahun 2001, dan ditahan di Guantanamo selama enam tahun.
Abdel Hakim Al-Hasidi, seorang senior komando pemberontak di Derna, dulunya juga ditahan menyusul invasi Afghanistan dan diserahkan pada penahanan Libya dua bulan kemudian.
Kedua pria tersebut dikatakan telah dibebaskan dari penjara di Libya pada tahun 2008 sebagai bagian dari sebuah proses rekonsiliasi dengan para Islamis di negara tersebut.
Qumu, 51 tahun, seorang veteran angkatan darat Libya, dituduh oleh pemerintah AS bekerja sebagai seorang sopir truk untuk sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Osama bin Laden, dan sebagai seorang akuntan untuk sebuah yayasan amal yang terhubung dengan perlawanan.
Kemunculan para pasukan prlawanan dalam revolusi negara tersebut, dan pernyataan mendukung oleh kelompok perlawanan, telah menuntun pada rasa takut bahwa tindakan militer Barat kemungkinan sedang bermain-main dengan tangan-tangan musuh ideologinya.
Pekan lalu, Laksamana James Stavridis, Pimpinan Teratas Komando Sekutu, Eropa mengatakan, bahwa, sementara kepemimpinan oposisi Libya nampaknya "adalah para pria dan wanita yang bertanggung jawab," intelijen AS telah mendeteksi "kedipan" aktivitas teroris di antara kelompok para pemberotak.
Komentar-komentar tersebut digambarkan oleh sumber-sumber pemerintahan Inggris sebagai "sangat mengkhawatirkan."
Bagaimanapun juga, para anggota perlawanan dikatakan membentuk hanya sebuah minoritas kecil di dalam pasukan pemberontak dan tidak dikatakan telah ada beberapa ketidaksepakatan dengan kepemimpinan politik oposisi.
Hasidi, yang menghabiskan beberapa tahun dalam sebuah kamp pelatihan di Afghanistan, mengatakan kepada sebuah kantor berita bahwa ia tidak mendukung sebuah posisi yang mirip Taliban dan sedang mengejar sebuah "ideologi inklusif".
Ia mengatakan: "Pandangan kami mulai berubah atas AS. Jika kami membenci Amerika 100 persen, saat ini kebencian tersebut kurang dari  50 persen. Mereka telah mulai untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari kesalahan mereka pada masa silam dengan membantu kami untuk melindungi darah anak-anak kami."
Ia juga meminta pemerintahan asing untuk memberi pasokan  para pemberontak dengan misil Stinger yang ditembakkan dari permukaan ke udara.
Qumu telah menggambarkan pengeboman yang dipimpin NATO di Libya sebagai sebuah "berkah".
Kawat-kawat diplomatik dari tahun 2008 yang didapatkan oleh WikiLeaks, dan pada awalnya diungkap oleh kantor berita The Daily telegraph, mengidentifikasikan Derna sebagai sebuah lahan pengembangbiakan untuk para pejuang bagi sejumlah pergerakan, termasuk Afghanistan dan Irak.
Kawat-kawat tersebut mengutip seorang pengusaha lokal yang mengatakan: "Para pemuda yang tidak dipekerjakan, tidak diakui haknya di bagian timur Libya tidak rugi apapun dan oleh karenanya berkeinginan untuk mengorbankan dirinya sendiri untuk sesuatu yang lebih besar dari pada diri mereka dengan terlibat di dalam ekstrimisme yang mengatasnamakan agama."
Bagaimanapun juga, Hasidi telah membantah saran-saran ekstrimisme di Derna. Ia mengatakan kepada kantor berita Al-Jazeera: "Gaddafi berusaha untuk memecah belah rakyat negara tersebut. Ia mengklaim bahwa ada sebuah Emirat di Derna dan bahwa saya adalah Emir-nya. Ia mengambil keuntungan dari fakta bahwa saya adalah seorang mantan tahanan politik.

Simulasi Jangka Sorong