Negara Teluk Bersatu Tolak Campur Tangan Iran di Bahrain

Written By Juhernaidi on Selasa, 05 April 2011 | 1:39:00 PM

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad berbicara dalam sebuah konferensi pers mengenai kerusuhan yang tengah terjadi di Bahrain, 4 April 2011 di Teheran. (Foto: Getty Images) RIYADH  – Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam negara pada hari Sabtu (3/4) mengecam interferensi Iran dalam urusan regionalnya, menurut sebuah pernyataan yang didistribusikan setelah sebuah pertemuan menteri-menteri luar negeri di Riyadh pada hari itu. Pernyataan itu menolak "intereferensi berlanjut Iran" dalam urusan internal keenam negara Dewan Kerjasama Teluk, setelah Iran mengkritik Arab Saudi karena mengirimkan tentara ke Bahrain yang mendulang protes dari mayoritas Syiah terhadap keluarga penguasa Sunni negara pulau tersebut.
Pertemuan DKT dilakukan setelah Teheran memperingatkan Riyadh bahwa mereka tengah bermain api dengan mengirimkan tentara ke Bahrain, yang mayoritas Syiah, sementara Kuwait mengklaim telah mematahkan lingkaran mata-mata Iran.
Pada hari Sabtu (3/4), sekretaris jenderal Dewan yang baru, Abdullatif al Zayani, mengecam ikut campur Iran dalam urusan internal negara-negara DKT, mengatakan bahwa Iran mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.
Pada hari Kamis (31/3), komite keamanan nasional parlemen Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah bahwa "Arab Saudi lebih tahu daripada negara lain bahwa di kawasan sensitif Teluk Persia, bermain api bukan bagian dari kepentingannya," dalam sebuah referensi jelas pada pengiriman pasukan Saudi ke Bahrain.
Riyadh mengecam pernyataan itu sebagai "tidak bertanggung jawab."
Arab Saudi memimpin pasukan gabungan Teluk yang memasuki Bahrain bulan lalu, memungkinkan otoritas untuk menumpas protes yang dipimpin oleh kelompok Syiah selama satu bulan.
Demonstran tampaknya terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir, meski banyak tokoh menyetujui bahwa pemberontakan di Bahrain lebih bersifat sektarian.
Kerasnya penumpasan Bahrain, di mana perkumpulan masyarakat dilarang dan pasukan keamanan diterjunkan di titik-titik pemeriksaan, membuat marah Iran, kekuatan Syiah non-Arab di kawasan tersebut.
Selain Arab Saudi dan Bahrain, Dewan Kerjasama Teluk juga beranggotakan Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Protes juga menyebar ke kesultanan Oman di mana demonstran menuntut kondisi hidup yang lebih baik, berusaha mendirikan kerajaan Syiah di negara tersebut.
Namun, seruan untuk protes nasional di kerajaan Saudi bulan lalu tidak terwujud.
Riyadh merespon peringatan Iran dengan mengecam Teheran karena "memanas-manasi ketegangan yang diakui di kawasan dan tidak menghormati norma batas bertetangga yang baik seperti dalam kasus Kuwait di mana sebuah sel mata-mata telah terungkap."
Kuwait pada hari Kamis mengatakan akan mengusir sejumlah diplomat Iran atas dugaan kaitan dengan lingkaran mata-mata yang bekerja untuk Teheran, yang dilaporkan telah beroperasi sejak invasi Irak di tahun 2003

Simulasi Jangka Sorong