Oposisi Yaman terima Rencana Negara Arab untuk Presiden Saleh Mundur

Written By Juhernaidi on Selasa, 26 April 2011 | 8:11:00 AM

Kelompok oposisi Yaman telah menyetujui proposal dari kelompok Arab regional yang menyerukan presiden yang tidak populer di negara itu untuk turun dalam waktu satu bulan setelah penandatanganan rencana itu dengan oposisi.
Proposal, yang disajikan oleh Gulf Cooperation Council ( GCC), akan memberikan Presiden Ali Abdullah Saleh kekebalan dari penuntutan sebagai ganti dirinya mau mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan ke wakilnya.
Pada hari Senin kemarin (25/4), juru bicara oposisi Muhammad Qahtan mengatakan, "Pihak Gabungan Koalisi Oposisi (JMP) telah menyatakan penerimaan penuh mereka untuk proposal dari Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Rashid bin al-Zayani," lapor Xinhua.
Menurut rencana, pihak oposisi akan diizinkan untuk membentuk pemerintah persatuan nasional sementara setelah presiden menerima tanda-tanda kesepakatan.
Sejak akhir Januari lalu, ratusan ribu orang telah turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi rutin di kota-kota besar Yaman, menyerukan penghapusan korupsi dan pengangguran serta menuntut presiden turun dari kekuasaannya setelah hampir 33 tahun berkuasa.
Menurut sumber-sumber setempat, setidaknya 300 demonstran tewas dan banyak lainnya telah terluka dalam bentrokan dengan polisi anti huru-hara dan pasukan yang setia kepada presiden Yaman.
Kelompok Pemuda Revolusi, sebuah kelompok yang telah membantu mengatur aksi protes terhadap rezim, sebelumnya mengeluarkan pernyataan menolak inisiatif Arab, mengatakan, "Proposal ini tidak termasuk pengusiran segera Saleh dan justru memberikan perlindungan kepadanya, keluarganya dan para pembantunya, yang seluruhnya adalah pembunuh.

Simulasi Jangka Sorong