Penumpang Muslim "Diasingkan" Bus Karena Berjilbab?

Written By Juhernaidi on Senin, 25 April 2011 | 8:35:00 AM

Perusahaan Yellow Buses Bournemouth mendapatkan keluhan dari sebuah keluarga Muslim. Keluarga tersebut merasa diasingkan karena dilarang naik ke dalam bus yang sebelumnya memperdebatkan masalah harga tiket untuk keluarga tersebut. (Foto: CDN) BOURNEMOUTH – Sebuah keluarga Muslim mengatakan bahwa mereka "diasingkan" oleh sopir bus Bournemouth. Ibu keluarga tersebut, yang tidak bisa berbicara bahasa Inggris, dan putrinya – keduanya mengenakan jilbab – dan dua anak laki-laki, mengatakan bahawa mereka berusaha untuk membeli sebuah tiket bus keluarga pada bus nomor 2B ketika masalah tersebut dimulai.
Keluarga tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya untuk mencegah adanya masalah lebih jauh, mengatakan bahwa sopir bus tersebut menjadi "berang".
Perusahaan bus Yellow Buses mengatakan bahwa sopir bus tersebut telah didisiplinkan namun dengan kuat menolak bahwa kejadian tersebut ada hubungannya dengan ras.
Putri keluarga tersebut, berusia 16 tahun mengatakan bahwa pedebatan tersebut dimulai ketika ia diberitahu bahwa sebuah tiket keluarga berharga £9 ketika satu pekan sebelumnya seharga £7.
"Ia berbicara kepada saya dalam sebuah nada bicara yang kasar, saya terkejut pada saat itu," ia mengatakan.
Gadis tersebut kemudian berusaha untuk membeli tiket individual, namun kemudian ia dan sopir tersebut lagi-lagi tidak sepakat dengan harga tersebut.
"Ia mematikan mesin bus dan kemudian ia mengatakan 'Mari kita buat para penumpang di atas bus ini menunggu dan kemudian menjadi lebih telat dari sekarang'. Ia telah mencapai pada titik di mana ia menjadi benar-benar marah, sehingga saya mengatakan bahwa kami akan turun dari bus begitu saja," kata putri keluarga tersebut.
Keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka kemudian berusaha untuk menghadang bus lainnya, namun sopir bus dari bus pertama tersebut mengatakan kepada sopirnya untuk tidak memperbolehkan keluarga tersebut untuk naik ke dalam bus tersebut.
Putri keluarga tersebut menambahkan bahwa: "Saya dan ibu saya mengenakan jilbab dan ia tidak melakukannya kepada orang lain, hanya kepada saya."
Keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka merasa diasingkan, dipermalukan, dan menjadi korban dari sebuah "kejahatan yang berlatar belakang kebencian."
Jenni Wilkinson, pimpinan pemasaran Yellow Busses, mengatakan: "Kami telah menyelidiki sepenuhnya ke dalam insiden tersebut yang muncul karena masalah biaya sebuah tiket keluarga."
"Kami benar-benar merasa puas bahwa tidak ada unsur rasisme yang terlibat di dalam persoalan ini dan dengan keras menyangkal adanya saran semacam itu."
"Bagaimanapun juga, kami benar-benar merasa bahwa standar tinggi harapan keluhan konsumen kami tidak memenuhi persoalan tersebut dan, untuk alasan ini, tindakan pendisiplinan telah diambil terhadap sopir bus yang terlibat. Kami juga telah memohon maaf kepada keluarga tersebut."

Simulasi Jangka Sorong