Sudan Tuding Israel Dalangi Serangan Misterius Laut Merah

Written By Juhernaidi on Kamis, 07 April 2011 | 4:56:00 PM

Beberapa anggota forensik melakukan penyelidikan di bangkai mobil yang hancur oleh serangan misterius yang terjadi di pantai Laut Merah. Sudan mengatakan bahwa Israel berada di balik serangan itu. (Foto: PressTV)
Beberapa anggota forensik melakukan penyelidikan di bangkai mobil yang hancur oleh serangan misterius yang terjadi di pantai Laut Merah. Sudan mengatakan bahwa Israel berada di balik serangan itu. (Foto: PressTV)
KHARTOUM  – Menteri Luar Negeri Ali Ahmad Karti pada hari Rabu (6/4)  menuduh Israel melakukan serangan udara sehari sebelumnya terhadap sebuah mobil di pantai Laut Merah Sudan yang menewaskan dua orang. Tuduhan Karti muncul ketika sejumlah koran Israel membicarakan hal yang sama, tapi militer dan kementerian luar negeri Israel menolak untuk berkomentar.
"Sejak kemarin, kami memiliki indikasi bahwa serangan itu dilakukan oleh Israel. Kami sangat yakin akan hal ini," ujar Karti dalam sebuah konferensi pers di Khartoum.
Menteri mengatakan bahwa hari-hari belakangan ini terdapat dugaan dari Israel bahwa Sudan mendukung beberapa kelompok perlawanan.
"Itu tidak benar. Ketika Israel membuat tuduhan itu, mereka hanya berusaha membenarkan apa mereka lakukan kemarin."
Karti mengatakan tidak mengetahui identitas dari dua orang yang tewas itu, tapi bersikukuh bahwa mereka adalah warga negara Sudan biasa yang melakukan perjalanan dari bandara.
"Kami tidak tahu kenapa Israel menarget orang-orang itu," ujarnya.
Pada Selasa malam, sekitar pukul 10, sebuah pesawat tak dikenal terbang dari Laut Merah dan melakukan serangan misterius ke sebuah mobil kecil yang melakukan perjalanan dari bandara ke Port Sudan, menewaskan dua penumpangnya dan menghancurkan kendaraan itu.
Seorang juru bicara kepolisian mengonfirmasi serangan misterius tersebut, yang terjadi sembilan mil sebelah selatan kota pelabuhan utama Sudan itu, dan mengatakan bahwa sebuah tim telah dikirim untuk menyelidiki.
"IDF (militer Israel) melakukan sebuah serangan di Sudan" bunyi artikel halaman depan koran laris Israel, Yedioth Ahronoth.
"Pesawat yang mendekat dari Laut Merah membunuh pria buronan di Afrika," bunyi sebaris kalimat di bawahnya.
Berita serangan itu juga diterbitkan di halaman depan HaYom, selebaran gratis yang dianggap dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyebutnya sebagai "Likuidasi di Sudan".
Berita itu juga muncul sebagai buletin menit terakhir di koran kiri Haaretz.
Serangan pada hari Selasa itu membangkitkan kenangan akan serangan serupa, oleh pesawat asing, terhadap sebuah truk konvoi di Sudan timur, dekat perbatasan Mesir, di bulan Januari 2009. Media AS dan Israel memfitnah bahwa truk-truk itu membawa senjata ke Jalur Gaza, untuk memasok pejuang Palestina dalam serangan tiga minggu Israel atas wilayah tersebut.

Simulasi Jangka Sorong