DPR: Sanksi Citibank harus Membuat Perbankan Jera

Written By Juhernaidi on Sabtu, 07 Mei 2011 | 8:43:00 AM

Headline

 Jakarta - Sanksi Bank Indonesia terhadap Citibank Indonesia diharapkan dapat membuat perbankan jera untuk memperhatikan kepatuhan dalam menjalankan SOP internal maupun aturan perbankan.

"Bagi Perbankan akan memberikan efek jera dan peringatkan, sehingga diharapkan lebih patuh lagi menjalankan aturan dan kebijakan internal mereka demi menjaga kepercayaan nasabah dan stakeholder secara keseluruhan," kata Anggota Komisi XI DPR, Arif Budimanta kepada INILAH.COM, kemarin.

Bank Indonesia Jumat (6/5) kemarin setelah melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang ditimbulkan Citibank Indonesia, akhirnya memutuskan tiga sanksi yang diberikan kepada Citibank tersebut meliputi larangan menerima nasabah baru layanan prioritas selama setahun, melarang penerbitan Kartu Kredit kepada nasabah baru selama 2 tahun, serta melarang menggunakan jasa debt collector selama 2 tahun.

"Ini adalah sanksi tahap pertama, dan sangat berpengaruh terhadap reputasi Citibank. Sanksi yang diberikan oleh BI tentu saja adalah sanksi sementara. BI dalam hal ini cukup tegas walaupun mungkin sanksi ini masih bisa diperdebatkan berat ringannya sanksi tersebut," ujar Anggota FPDIP ini.

Menurutnya, dalam operasional perbankan, ada kewajiban mematuhi aturan dan SOP termasuk yang mereka buat sendiri,. Walaupun Citibank Indonesia mengadukan Malinda Dee (MD) ke polisi, tetap saja manajemen lalai dalam mengawasi pelaksanaan SOP. Manajemen berkewajiban untuk memastikan bahwa SOP telah dilaksanakan dengan baik dan benar. "Kasus MD dan wafatnya nasabah kartu kredit (Irzen Octa) menunjukkan ada kelemahan dalam pengawasan internal bank," tegasnya.

Simulasi Jangka Sorong