Jadi Kepsek Harus Siap Diserang Orangtua Murid

Written By Juhernaidi on Selasa, 03 Mei 2011 | 8:27:00 AM

Ilustrasi. (Foto: Ist)


MENJADI kepala sekolah ternyata tidak hanya mengurusi pendidikan saja. Survei menunjukan, ratusan kepala sekolah (kepsek) diserang oleh orangtua murid di sekolah.

Ini merupakan hasil survei yang dilakukan Asosiasi Kepala Sekolah Inggris (National Association of Head Teachers/NAHT) pada bulan lalu. Survei yang dilakukan atas 1.400 kepsek ini menyimpulkan, sebanyak 140 kepsek diserang secara fisik dan verbal.

Para kepsek mengaku ditinju, ditendang, diludahi, kepalanya dipukul, digigit, diserang dengan kursi dan meja serta mengalami kekerasan seksual dari orangtua murid. Survei juga menyatakan, hampir 75 persen kepsek yang ditanya mengalami pelecehan verbal atau mendapat ancaman dari orangtua murid selama lima tahun terakhir.

Dan sebanyak 20 persen menjadi korban di situs jejaring sosial serta lebih dari 68 persen mengaku perilaku orangtua terhadap guru memburuk dari waktu ke waktu. Bahkan, dalam beberapa kasus ada orangtua yang datang ke sekolah dalam keadaan mabuk atau pengaruh obat-obatan.

Para pembuat kebijakan harus menyadari bahwa para pemimpin sekolah tidak menghadapi birokrasi. Ini harus dipublikasikan kepada masyarakat agar bisa membentuknya. Mereka (kepsek) tinggal dan bekerja di kota tempat di mana mereka melayani. Mereka bertemu orangtua di dalam dan luar sekolah, dan bisa langsung dikenali,” jelas Sekretaris Jenderal NAHT Russell Hobby.

“Ada keluarga yang menyenangkan untuk diajak bekerja sama, tapi tidak semuanya seperti itu. Emosi menjadi tinggi ketika melibatkan anak-anak. Kepala sekolah kerap harus membuat keputusan sulit soal disiplin, pengecualian, liburan dan distribusi anggaran yang terbatas,” ujar Hobby seperti dikutip dari Independent, Senin (2/5/2011).

Sementara itu, juru bicara Departemen Pendidikan Inggris menyatakan prihatin atas hasil survei yang dihelat NAHT.

“Kami ingin memberikan orangtua pilihan sekolah yang bagus di daerah mereka. Tapi ini tentu saja tidak membenarkan perilaku agresif terhadap staf sekolah oleh beberapa orangtua murid. Kekerasan oleh orangtua murid atau siswa adalah hal yang tidak dapat diterima. Serangan fisik terhadap guru merupakan tindak pidana dan kami mendukung sekolah yang melaporkan ke agar melakukan tindakan tegas,” urainya.

Simulasi Jangka Sorong