Presiden Ali Abdullah Saleh Balik Badan

Written By Juhernaidi on Minggu, 01 Mei 2011 | 9:53:00 AM

Presiden Yaman menolak menandatangani perjanjian yang disepakati dengan Negara Dewan Teluk (GCC) untuk menyerahkan kekuasaannya dengan jaminan dirinya tidak akan diadaili atau dikenakan tindakan hukum, ujar sebuah sumber di Yaman.
Sekjen GCC, Abdul-Latif al-Zayyani, yang menengahi perjanjian itu telah terbang ke ibukota Yaman, Sanaa, pada hari Sabtu untuk mendesak Saleh menandatangani kesepakatan.
Sebaliknya, Al-Zayani telah bertemu dengan para pemimpin tingkat tinggi yang mengatur partai politik Saleh dan blok parlemen, di mana ia diberitahu bahwa Saleh menetapkan syarat-syarat baru bagi pengunduran dirinya. Menghadapi perkembangan politik yang baru itu, Al-Zayani tidak mau memberikan komentar.
Sementara itu oposisi Yaman telah menerima kesepakatan itu, banyak pengunjuk rasa anti-pemerintah yang menolak Saleh yang menolak mengundurkan diri, karena sudah berkuasa selama 32 tahun - yang terus berusaha mencoba untuk bertahan berkuasa, saat menghadapi tuntutan mundur dari rakyatnya.
Mereka menyerukan agar dia diadili karena korupsi dan tewasnya 142 demonstran selama berlangsungnya demonstrasi.
Penolakan Ali Abdullah Saleh itu, mungkin ia terinsipirasi oleh Presiden Suriah Bashar al-Asssd yang terus bertahan menghadapi tuntutan rakyatnya yang menginginkannya mundur dari kekuasaannya. Bashar tetap dapat bertahan dengan menggunakan tangan besi yang telah menewaskan ratusan rakyatnya, tanpa ia peduli.

Simulasi Jangka Sorong