Presiden Sudah Tahu Belasan WNI Kembali Disandera

Written By Juhernaidi on Senin, 02 Mei 2011 | 8:45:00 PM

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA -  Staf Khusus Presiden bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengetahui informasi di bajaknya kapal berbendera Singapura oleh perompak Somalia. Di atas kapal itu terdapat belasan warga negara Indonesia.

"Presiden sudah tahu dan sudah dilaporkan, perkembangan masalah ini sudah dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri. Kalau detail operasional Kemenkopolhukam," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (2/4/2011).

Teuku mengaku belum tahu pasti jumlah pastinya anak buah kapal asal Indonesia yang disandera perompak Somalia. “Angka pastinya saya belum saya belum dapat. Saya tidak berani bicara banyak-banyak, tidak berani bicara masalah yang saya tidak tahu. Mungkin bisa dikonfirmasi ke KBRI di Singapura," paparnya.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah terkait hal tersebut, Teuku menolak berkomentar. “Ada hal-hal yang tidak bisa semua komentar. Saya tidak lagi menjadi juru bicara Kemenlu, saya merepresentasikan Presiden," jawabnya.

Informasi dari Associated Press, Senin (2/5/2011), selain satu ABK di kapal berbendera Aljazair, ada 13 WNI lain yang bekerja di kapal tanker milik Singapura dibajak di luar perairan laut Kenya. Kapal tersebut diawaki oleh 25 anak buah kapal (ABK), yang 13 diantaranya warga negara Indonesia (WNI).

Kapal bermuatan minyak kelapa sawit tersebut bernama MT Gemini. Diyakini para pembajak saat ini menyandera kapal yang berisi 28 ribu ton minyak kelapa sawit mentah.

Simulasi Jangka Sorong