Skandal Bailout Bank Century: Misbakhun: SBY Tak Bisa Lagi Mengelak

Written By Juhernaidi on Senin, 13 Agustus 2012 | 2:22:00 PM

Skandal Bailout Bank Century: Misbakhun: SBY Tak Bisa Lagi Mengelak
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tak bisa lagi membantah keterlibatannya dalam kasus dana talangan (bailout) Bank Century setelah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengungkapnya ke publik.
Pernyataan tersebut disampaikan mantan Anggota DPR RI, M Misbakhun di Jakarta, Minggu (12/8/2012) malam. Misbakhun sempat diajukan ke pengadilan, namun divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) karena tidak terbukti memalsukan dokumen dalam kasus Bank Century.
"Statement Antasari tersebut membuka kebohongan Presiden SBY dalam pidato 4 Maret 2010, dalam menanggapi hasil Opsi C Pansus Century DPR. Perihal tidak pernah ada rapat yang melibatkan dirinya dalam hal membahas bailout," tegasnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY dalam pidato tanggal 4 Maret 2010, menyatakan, "Sekali lagi, di saat pengambilan keputusan (bailout) itu, saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu, antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu No 4/2008 memang tidak memerlukan keterlibatan presiden,” ucap Misbakhun mengutip pidato SBY.

Menurutnya, kalau dikaitkan dengan tiga surat laporan Sri Mulyani, sebagai Ketua KSSK, soal Bailout Bank Century, makin jelas soal kebohongan yang hendak ditutup-tutupi tersebut.

Surat-surat tersebut adalah surat S-01/KSSK.01/2008 tanggal 25 November 2008, SR-02/KSSK.001/2009 tanggal 4 Februari 2009, dan SR-36/KMK.01/2009 tanggal 29 Agustus 2009.

Dalam ketiga surat SMI kepada presiden SBY tersebut, imbuhnya, termuat penggunaan frasa yang tidak umum digunakan dalam mekanisme surat menyurat yang resmi kenegaraan antara menteri kepada presiden. Frasa itu adalah, "Sebagaimana Bapak Presiden maklum".

Kemudian, dalam telekonferensi 13 November 2008, pukul 22.05 WIB sampai dengan 23.59 WIB, antara KSSK di Jakarta dengan Sri Mulyani yang sedang di Amerika Serikat, sangat jelas disebutkan bahwa Sri Mulyani melaporkan kepada Presiden perihal bailout Bank Century tersebut.

"Jadi, berdasarkan data dan fakta yang ada, sangat sulit diingkari bahwa peran Presiden SBY tidak ada dalam proses bailout tersebut," tegas Misbakhun.

Ditegaskan, kalau presiden masih membantah dengan segala cara dan argumentasi, maka data-data tersebut cukup menunjukkan sebagai bukti bahwa ada kebohongan yang ditutup-tutupi.

Simulasi Jangka Sorong