Tekan Gejolak Film Nabi, SBY Diminta Surati Obama

Written By Juhernaidi on Selasa, 18 September 2012 | 11:41:00 PM

Maraknya protes anti-Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah yang merembet ke Indonesia akibat peredaran film Innocence of Muslims, pemerintah Indonesia harus bertindak secara konkret. Lantaran Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas penganut agama Islam terbesar di dunia.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI Tjatur Sapto Edy meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sebagai bukti protes bangsa Indonesia atas penyebaran film yang melecehkan Nabi Muhammad dan umat Islam.

"Pemerintah jangan hanya protes dengan perkataan. Saya pikir Presiden SBY atas nama rakyat Indonesia, atas nama kemanusiaan, atas soliditas umat beragama, buatlah surat yang keras kepada Presiden Obama. Presiden SBY jangan sungkan-sungkan. Kita buat petisi dengan kata-kata yang keras, sebab kata-kata keras itu bisa mengalahkan senjata," kata Tjatur di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9).

Tjatur yang juga Wakil Ketua Komisi III ini menjelaskan, surat bertujuan agar pemerintah AS bisa menghukum pembuat film. "Surat itu harus mendesak Obama agar dia menghukum orang itu dengan pengadilan di sana," harapnya.
Partai berlambang matahari putih ini, lanjut Tjatur, juga mengutuk kehadiran film yang disunting Nakoula Basseley Nakoula itu. Lantaran menimbulkan reaksi negatif dari umat muslim dan film tersebut memuat soal penghinaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

"Film itu penghinaan, maka PAN mengutuk keras film Innocence of Muslims yang menimbulkan kekerasan-kekerasan. Kita memang harus marah dengan film itu," jelas Tjatur.

Meski marah dan mengutuk film, ia meminta kepada umat Islam tetap bersikap tenang dan tak mengadakan perusakan. "Tetapi kita sarankan dan minta umat Islam untuk berpikiran dingin menyikapi keadaan. Kita boleh demo tapi jangan merusak dan jangan ada yang terluka," ucap Tjatur berharap.
Soal film ini, Presiden SBY juga telah angkat bicara. Presiden menilai film sebagai bentuk pelecehan pada sebuah agama [baca: SBY Anggap Innocence of Muslims Bentuk Pelecehan Agama].

Sutradara film Innocence of Muslims itu dilaporkan telah menipu aktor dan kru film. Awalnya bintang film Innocence of Muslims diberitahu akan melakuan pengambilan gambar untuk film tentang sejarah Mesir.

Simulasi Jangka Sorong