Venue Tenis PON Riau Roboh, SBY Harus Beri Sanksi Menpora

Written By Juhernaidi on Jumat, 07 September 2012 | 9:46:00 PM

Ilustrasi (foto: Okezone)Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Dedy Gumelar menyesalkan robohnya atap venue tenis Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekanbaru tadi malam. Dedy mengingatkan, jika memang sebuah proyek dijalankan tanpa dilandasi rasa kejujuran, maka proyek tersebut akan membawa masalah.

"Kalau Anda simak apa yang saya sampaikan di raker Komisi X dengan Menpora dan Gubernur Riau, saya bilang pelaksanaan proyek yang tidak dilandasi kejujuran akan berakibat pada masalah," kata Dedy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Dedy mengakui memang pembangunan proyek tersebut, dilakukan dengan management yang sangat buruk. Maka tidak heran jika memang selalu terjadi kejanggalan didalamnya.

"Terbukti lagi kemarin laporan kedua pejabat (Menpora dan Gubernur Riau), semuanya manis, ternyata roboh. Ini buruknya pelaksanaan proyek management penyelengaraan event itu sendiri," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Dedy menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk turun tangan secara langsung memantau serta memberi peringatan kepada pihak Kemenpora terkait hal tersebut.

"Ini menjadi tanggung jawab pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai pelaksana. Presiden harus memberi sanksi atas prestasi buruk kinerja Kemempora sebagai penanggung jawab keolahragaan nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang berada di kompleks Kantor PTPN V, Jalan Rambutan Pekanbaru, Riau, runtuh akibat hujan dan diterjang angin kencang. Kerusakan ini terjadi dibagian kanopi pintu utama venue tenis. Akibat insiden ini, sebanyak tiga orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan material.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arif Fajar mengatakan saat ini tiga orang korban luka sudah dilarikan ke beberapa rumah sakit di Pekanbaru. “Para korban itu antara lain, dua pekerja, satu security,” ungkap Arif, Kamis 6 September kemarin.

Selain korban luka, reruntuhan material ini juga menimpa sebuah mobil milik kontingen Sumatera Utara. Saat itu, kebetulan mobil berada dilokasi untuk mengecek kesiapan para atlet mereka untuk bertanding. Kata Arif, beruntung tidak ada orang dalam mobil tersebut. “Beruntung pelatih tidak ada dalam mobil. Dia selamat, tapi mengalami shock,” tutupnya.

Simulasi Jangka Sorong