Wasit Ditarik Pulang, Futsal PON Terancam Gagal

Written By Juhernaidi on Sabtu, 08 September 2012 | 11:51:00 PM

Ilustrasi futsalMenurut panitia, lebih dari 30 wasit dan perangkat pertandingan itu ditarik pulang oleh BFN, walau belum jelas alasan sebenarnya.
 
Masalah dan kabar tak enak masih terus bermunculan dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau. Kali ini, persoalan lanjutan yang bisa disebut cukup besar, terjadi di cabang futsal.

Setelah sebelumnya juga sempat mengalami penundaan, Sabtu (8/9), pertandingan futsal PON XVIII yang digelar di Tembilahan, Inderagiri Hilir (Inhil), kembali harus ditunda. Penyebabnya adalah karena seluruh wasit dan perangkat pertandingan futsal ditarik ke Jakarta.

Sebagaimana antara lain diberitakan situs berita Riauterkini.com, perangkat pertandingan futsal yang dipimpin Sekretaris Badan Futsal Nasional (BFN), Efrai Ferdinand Bawole, itu ditarik kembali oleh BFN ke Jakarta. Kepastian penundaan kembali laga futsal pun disampaikan oleh Panitia Sub PB PON Inhil, hari ini, lewat konferensi pers di Tembilahan.

"Setelah kita mengadakan rapat pembahasan terkait penundaan pertandingan kemarin (Jumat), para wasit ini menyampaikan bahwa mereka semua harus kembali ke Jakarta, karena diperintahkan organisasinya untuk kembali," kata Afrizal, panitia bidang pertandingan Sub PB PON Inhil.

Dikatakan Afrizal lagi, "ditariknya" sebanyak 31 perangkat pertandingan futsal termasuk wasit tersebut, merupakan permasalahan internal di organisasi mereka. Artinya menurutnya, itu tidak ada kaitannya dengan kericuhan yang sebelumnya juga sempat terjadi saat laga antara tim Sumbar dan Sulsel.

"Kita telah berusaha melakukan pendekatan secara kekeluargaan, agar (mereka) tidak pulang. Tapi mereka tetap bersikukuh meninggalkan Inhil, dengan alasan menaati perintah atasan mereka di Jakarta," lanjut pihak panitia tersebut.

Disebutkan pula bahwa Panitia Sub PB PON Inhil selanjutnya langsung berkoordinasi dengan Panitia PB PON di Pekanbaru, di mana bakal diusahakan mendatangkan pengganti perangkat pertandingan sebanyak 25 orang. Mereka disebutkan diambil dari Batam, Jambi, dan Pekanbaru, serta diperkirakan hari ini juga sampai di Inhil supaya dapat segera melanjutkan pertandingan.

Alasan utama dari pulangnya wasit dan perangkat pertandingan itu sendiri, sejauh ini memang belum jelas terungkap. Namun dari berbagai berita, ada yang menyebut ini ada hubungannya dengan dualisme di tubuh organisasi PSSI. Sementara, pelaksanaan khusus cabang futsal di PON kali ini sendiri sebelumnya juga sudah bermasalah, termasuk salah satunya atap venue (GOR) yang sempat bocor sehingga air hujan sempat masuk.

Simulasi Jangka Sorong