Indra-Azis Daftar, HA Terancam

Written By Juhernaidi on Selasa, 28 Mei 2013 | 9:13:00 AM

Indra-Azis Daftar, HA Terancam PASANGAN Indra Muchlis Adnan-Azis Zaenal atau disebut dengan Bang Indra dan Mamak Azis (BIMA) mendaftar sebagai calon kontestan Pemilukada Riau 2013 ke KPU Riau, Senin (27/5). Pasangan Bupati Indragiri Hilir dan anggota DPRD Riau ini mendaftarkan diri diusung 26 partai politik. Namun 6 di antaranya masih ‘’digantung’’ KPU, sebab sebelumnya juga mengusung pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat (HA) saat mendaftar, Kamis (23/5) lalu.

Meski demikian, pasangan BIMA tetap aman sebab persentase dukungan suara 20 partai politik tersebut berjumlah 15,09 persen, masih di atas persyaratan 15 perolehan suara Pemilu 2009 seperti yang disyaratkan KPU. Namun di sisi lain, kondisi ini mengancam pasangan Herman-Agus. Sebab, HA yang sebelumnya mendaftar membawa 10 partai politik dengan jumlah persentase suara 18,66 persen. Bila hasil verifikasi KPU menetapkan 6 partai politik yang jumlahnya 9,64 persen suara itu ke pasangan BIMA, maka suara dukungan partai politik HA tinggal 9,02 persen.

Di sisi lain, bila KPU memutuskan suara enam partai itu ke pasangan HA, tidak akan bermasalah dengan BIMA. Karena 15,09 suara yang didaftarkan kemarin sudah di luar perolehan suara 6 partai tersebut. Total 24,73 suara yang didaftarkan pasangan BIMA ke KPU, hanya 15,09 persen yang diterima minus dari enam partai yang didaftarkan ganda tersebut. Selengkapnya lihat grafis.

Herman Abdullah langsung memberikan pernyataan terkait adanya dukungan ganda antara partai pendukungnya dengan pasangan Indra Muchlis Adnan-Aziz Zainal. Menurut Herman, bukan enam partai, tapi ada 5 partai yang sudah mengusung HA juga dibawa pasangan lain (BIMA, red) kemarin.
‘’Saya sudah cek ke masing-masing ketua. Ini, sebagian mereka di rumah saya. Tidak ada mereka menandatangani itu. Malah ada yang terkejut,’’ ujar Herman yang mengaku tengah mengumpulkan ketua-ketua partai pendukungnya di kediamannya, malam tadi.

Sebagian, kata Herman, akan dicek langsung ke KPU pagi ini. Menurutnya, ia akan menyerahkan sepenuhnya ke KPU. Karena KPU yang melakukan verifikasi. KPU sendiri yang mengatakan di media Jumat (24/5) lalu, kalau ada partai yang sudah mengusung calon lalu mengusung calon lain, maka yang sah dukungan untuk calon pertama.

‘’KPU juga yang bilang partai pengusung tidak boleh main cabut dan mendukung begitu saja. Ada aturannya. Saya tidak risau karena saya percaya dengan partai-partai yang sudah mengusung saya,’’ tegas Herman.

BIMA Mendaftar

Adapun prosesi pasangan BIMA ke KPU kemarin disambut kelima komisioner KPU Riau dipimpin Ketua KPU Riau Ir H Tengku Edy Sabli MSi sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah berkas koalisi yang disampaikan oleh tim BIMA diterima di KPU Riau, akhirnya diputuskan bahwa pasangan BIMA lolos dari persyaratan yang mewajibkan setiap pasangan bakal calon harus didukung paling sedikit 15 persen dari akumulasi perolehan suara sah partai politik peserta Pemilu 2009.

Ketua KPU Riau Ir H Tengku Edy Sabli MSi mengatakan, pasangan bisa lolos dari persyaratan 15 persen dari 2.093.380 suara. Jumlah suara yang dikumpulkan BIMA adalah 328.187 atau 15,677 persen. Angka ini sedikit berbeda dengan perhitungan Riau Pos dan tim BIMA berdasarkan Data Jumlah Perolehan Suara, Kursi dan Persentase Partai Politik Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dalam Pemilihan Umum tahun 2009 Provinsi Riau yang diterima Riau Pos dari KPU. Perhitungan Riau Pos persentas suara BIMA 15,09 persen bila dikurangi suara 6 partai tersebut.

‘’Syukur Alhamdulilah pasangan BIMA sudah memenuhi syarat dukungan minimal dengan 15,67 persen,’’ kata Edy. 

Sementara Indra Muchlis Adnan yang sempat tegang akhirnya lega. ‘’Dari 26 partai yang mengusung kami, ada beberapa partai yang akan diverifikasi oleh KPU, namun Alhamdulilah sudah sampai melewati 15 persen,’’ kata Indra.

Azis Zaenal juga terlihat bisa tertawa lega, karena menurut politis PPP ini saat mereka menghitung, jumlah suara dari 26 partai yang mengusung mereka adalah 28 persen, namun setelah dikurangi dengan beberapa partai, maka jumlah persentase masih di atas syarat minim.

Enam partai pengusung BIMA yang akan diverifikasi KPU adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB).

Menurut Ketua KPU Riau Tengku Edy Sabli, keenam partai tersebut diduga sama dengan partai politik yang mendukung pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat sehingga KPU akan melakukan verifikasi terlebih dulu terhadap pengurus tingkat pusat. Untuk sementara, persentase suara keenam partai politik tersebut tidak dimasukkan dalam hitungan pengusung BIMA. ‘’Sementara tidak dimasukkan terlebih dahulu karena kami akan melakukan verifikasi,’’ ujar Edy.

Indra Muchlis Adnan mengatakan, dirinya sudah terlebih dulu menanyakan kepada KPU Pusat sebelum meminta seluruh pengurus partai politik tingkat pusat memberikan rekomendasi untuk mendukung dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Riau. ‘’Partai yang kami daftarkan itu sudah dari verifikasi KPU Pusat. Saya sudah terlebih dahulu berkomunikasi dengan KPU pusat, artinya saya menanyakan kepada ahlinya,’’ ujar Indra.

Untuk soal PPD, Indra tetap mendaftarkan PPD karena PPN adalah hasil jelmaan baru dari PPD, tapi tidak lolos dalam Pemilu. ‘’Saya tetap mencari pengurus PPD,’’ kata Indra.

Sementara untuk PPIB yang disebut-sebut berganti nama dengan PKBIB, Indra mengatakan, partai yang ikut Pemilu adalah PPIB, bukan PKBIB. Sedangkan untuk PDS, PBB dan PKNU, Indra mengatakan pengurus tingkat pusat belum pernah memberikan rekomendasi kepada siapapun bakal calon gubernur Riau.

‘’Karena belum memberikan rekomendasi, maka saya meminta kepada mereka. Jika ternyata dikatakan sama, saya rasa pengurus yang menandatangani berkas koalisi berbeda dengan yang menandatangani berkas bakal calon lain. Keenam pengurus partai ini siap menunggu KPU untuk memberikan penjelasan,’’ kata Indra. Sementara untuk dua partai yang tidak memiliki persentase suara yaitu PPNUI dan PPDI memang dibenarkan Indra. ‘’Saya sengaja tetap menyebutkan nama partai tersebut karena tentunya karena hubungan pertemanan,’’ kata Indra.(Riaupos.co)

Simulasi Jangka Sorong