Ungguli China dan India, Indonesia Jadi Absolute Winner Olimpiade Fisika Se-Asia

Written By Juhernaidi on Minggu, 19 Mei 2013 | 1:17:00 PM


Di tengah hiruk pikuk politik hukum dalam negeri yang tak pasti bahkan cenderung mengecewakan, sejumlah anak bangsa justru mengukir prestasi di dunia Internasional. Mereka mampu membangkitkan kembali semangat optimisme dan cinta Indonesia.
Putera-puteri kebanggaan Indonesia ini untuk kesekian kalinya menjadi juara dalam ajang kompetisi olimpiade fisika tingkat Asia dan Australia. Menggungguli lawan-lawan tangguh seperti China, India, dan Singapura, para pelajar Indonesia justru merebut predikat sebagai The Absolute Winner Asian Physics Olympiad ke-14.
"Ini impian Tim Olimpiade Fisika Indoensia (TOFI) selama 14 tahun untuk merebut gelar 'The Absolute Winner APhO', akhirnya kita bisa menumbangkan China di APhO," ujar Ketua Panitia Asian Physics Olympiad (APhO) 2013, Dr Hendra Kwee kepada detikcom, Minggu (12/5/2013).
Hendra mengatakan APhO adalah olimpiade fisika dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi dibandingkan dengan olimpiade sejenis seperti International Physics Olympiad (IPhO). Siswa peraih 'The Absolute Winner APhO' tahun ini adalah Himawan Wicaksono. Siswa SMA Katolik Santo Albertus Malang ini juga meraih penghargaan sebagai The best Experimental Result.
"Sebagai tuan rumah, prestasi tim Indonesia sangat membanggakan karena salah seorang siswa Indonesia yaitu Himawan Wicaksono Winarto memperoleh skor total terbaik 'The Absolute Winner'. Himawan juga mendapatkan penghargaan khusus untuk nilai eksperimen terbaik 'The Best Experiment'," imbuhnya.
Adapun nilai teori terbaik diperoleh oleh Bo Chen dari China. Indonesia pernah meraih The Absolute Winner di ajang IPhO di Singapura pada tahun 2006.
Selain Himawan, siswa Indonesia lainnya yang juga meraih penghargaan adalah Josephine Monica. Siswi SMAK Penabur Gading Serpong ini meraih predikat 'The Best Female Participant'.
Secara umum, Hendra mengatakan Indonesia meraih 2 emas, 2 perak, 2 perunggu dan 2 penghargaan khusus pada APhO ke 14 ini. Olimpiade ini digelar di Bogor, Jawa Barat sejak 5 hingga 13 Mei 2013 yang diikuti oleh 146 peserta dari 20 negara Asia dan Australia.
Indonesia diwakili oleh 8 siswa dari berbagai Provinsi. Dua emas diraih Himawan Wicaksono Winarto (SMA Katolik Santo Albertus Malang), dan Josephine Monica (SMAK Penabur Gading Serpong). Dua perak diraih Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur Gading Serpong) dan Aryani Paramita (SMAK 3 Penabur Jakarta). Dua perunggu diraih Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Justian Harkho (SMA Katolik Santu Petrus Pontianak). Dua penghargaan khusus diraih oleh Ryan Vitalis Kartiko (SMA Katolik Rajawali Makassar) dan Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan). Mereka mendapatkan pelatihan secara intensif selama 8 bulan di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya.

Simulasi Jangka Sorong